Powered By Blogger

Senin, 10 Mei 2010

SIDE SCAN SONAR SEAMARC II DAN GLORIA


SEA MARC II

Prinsip dasar

Merupakan pengembangan lanjut dari prinsip “side scan sonar”, dalam hal ini dapat menghasilkan citra dengan cakupan 10 kilometer dan batimetri dengan kontur interval 100 metr secara otomatis.

Gambar 8. Sea MARC II

Sistem pengambilan data (peralatan)

Alat “tow fish” digeret di belakang kapal, dan ditempatkan pada kedalamn kira-kira 50 meter di bawah permukaan laut. Gelombang bunti dipancarkan secara melebar dari alat “tow fish” tersebut, dengan frekuensi 12 kHz. Gelombang dipantulkan dari dasar laut selanjutnya diterima kembali oleh “tow fish” dan diteruskan kea lat perekam kapal.


Kelauran (out put)

1. Data dasar

a. Rekaman analog side-scan

b. Rekaman digital side-scan dan kedalaman

2. Data diolah

a. Citra side scan sonar yang telah dikoreksi

b. Perhitungan kedalam dasar laut

3. Data siap pakai

a. Citra side scan sonar sepanjang lintasan penyelidikan

b. Mosaic citra side-scan pada tercakup pada daerah penyelidikan

c. Peta kedalaman bersamaan dengan mosaic citra side-scan


Parameter yang didapat / tujuan

1. Morfologi dasar laut

2. Karakter eko dasar laut

3. Kedalaman dasar laut

Potensi yang ditunjukkan oleh parameter

· Kedalaman dasar laut berupa peta batimetri merupakan peta dasar bagi analisa hasil penyelidikan lainnya (base map)

· Citra side-scan dasar laut akan dapat menafsirkan kenampakan di dasar laut secara lebih obyektif

Informasi tambahan :

Hasil yang perlu dikembangkan

1. Citra side-scan yang dipadukan dengan batimetri dan hasil penafsiran rekaman seismic refleksi akan memberikan penafsiran struktur geologi secara lebih obyektif dan akurat.

2. Citra side-scan dipadukan dengan hasil pengambilan contoh sedimen permukaan (piston core) akan menghasilkan peta sebaran sedimen yang lebih akurat.

3. Studi morfologi dan proses sedimentasi dekat permukaan laut (near sea floor) sangat efektif untuk studi bencana alam geologi (misalnya kestabilan lereng, dan keberadaan sesar aktif)

Klasifikasi data : D

D = Biasa


Argumentasi dari klasifikasi

1. Metoda SeaMAC II telah menjadi standar yang terpasang pada kapal tiset yang dimiliki oleh University of Hawaii, Amerika.

2. Metoda SeaMARC II sangat efektif dalam memecahkan masalah geoogi dan geofisika pada daetah yang kompleks seperti Indoneasi bagian timur dan ZEE.

Catatan :

Pemetaan dasar laut menggunakan teknologi “swith mapping” akan lebih ekonomis bila dibandingkan dengan metoda konvensional dengan echosounder, dalam hal ini menyangkut luas wilayah yang tercakup per hari layar. Metoda SeaMARC II telah diaplikasi pada tahun 1983 di IBT.

GLORIA (Geological Long Range Inclined Asdic)

Prinsip dasar

Merupakan pengembangan lanjut dari prinsip “side scan sonar”, dalam hal ini dapat menghasilkan citra dengan cakupan 60 kilometer

Sistem GLORIA ini menghasilkan gambar dari perekaman dasar perairan. Gambar ini dihasilkan dari pantulan gelombang yang dipancarkan selama kapal bergerak. Sumber suara dan receiver dibuat dengan bentuk menyerupai ikan dan ditarik dibelakang kapal dengan jarak 200m. pemetaan dengan elektrik ini memancarkan gelombang setiap 30 detik.

Keuntungan dari GLORIA ini antara lain: menyediakan informasi mengenai dasar perairan yang cakupan yang luas dengan cepat, mengetahui karakteristik tekstur sedimen dan dapat mengetahui jarak ikan dari dasar perairan.

Gambar 9. GLORIA (Geological Long Range Inclined Asdic)


Sistem pengambilan data (peralatan)

Alat “tow fish” digeret di belakang kapal, dan ditempatkan pada kedalaman kira-kira 50 meter di bawah permukaan laut. Gelombang bunti dipancarkan secara melebar dari alat “tow fish” tersebut, dengan frekuensi 12 kHz. Gelombang dipantulkan dari dasar laut selanjutnya diterima kembali oleh “tow fish” dan diteruskan kea lat perekam kapal.


Kelauran (out put)

· Data dasar

Rekaman analog side-scan

Rekaman digital side-scan dan kedalaman

· Data diolah

Citra side scan sonar yang telah dikoreksi

· Data siap pakai

Citra side scan sonar sepanjang lintasan penyelidikan

Mosaic citra side-scan pada tercakup pada daerah penyelidikan


Parameter yang didapat / tujuan

· Morfologi dasar laut

· Karakter eko dasar laut

Potensi yang ditunjukkan oleh parameter

Citra side-scan dasar laut akan dapat menafsirkan kenampakan di dasar laut secara lebih obyektif.


Informasi tambahan

Hasil yang perlu dikembangkan

1. Citra side-scan yang dipadukan dengan batimetri dan hasil penafsiran rekaman seismic refleksi akan memberikan penafsiran struktur geologi secara lebih obyektif dan akurat.

2. Citra side-scan dipadukan dengan hasil pengambilan contoh sedimen permukaan (piston core) akan menghasilkan peta sebaran sedimen yang lebih akurat.

3. Studi morfologi dan proses sedimentasi dekat permukaan laut (near sea floor) sangat efektif untuk studi bencana alam geologi (misalnya kestabilan lereng, dan keberadaan sesar aktif).

Kemampuan untuk mengolah data

Pengambilan data dan pengolahan masih tergantung dari Negara asing , penafsiran sudah dapat diakukan di Indonesia.


Klasifikasi data : D

D = Biasa


Argumentasi dari klasifikasi

1. Metoda SeaMAC II telah menjadi standar yang terpasang pada kapal tiset yang dimiliki oleh UK.

2. Metoda SeaMARC II sangat efektif dalam memecahkan masalah geoogi dan geofisika pada daerah yang kompleks seperti Indonesia bagian timur dan ZEE.

Catatan

Pemetaan dasar laut menggunakan teknologi “swith mapping” akan lebih ekonomis bila dibandingkan dengan metoda konvensional dengan echosounder, dalam hal ini menyangkut luas wilayah yang tercakup per hari layar.